Zakat tanpa potangan amil, Zakat Maal, Zakat Mal, Zakat Harta, Zakat Profesi, Panti Asuhan , rumah zakat, Bazis, Yayasan Yatim Piatu

Keluarga Sakinah

Istri malas melayani suami

Posted at July 24, 2011 | By : | Categories : Keluarga Sakinah | 0 Comment

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

?Seseorang istri kurang cakap dalam memperhatikan hak-hak suami, rumah dan anaknya sehingga meminta pembantu, apakah suami harus mengambil pembantu??

Jawaban:
Sekarang ini masalah pembantu rumah tangga menjadi kebanggaan dan sebagaian orang memaksakan diri untuk mengambil pembantu, padahal kondisi tidak terlalu membutuhkan, sehingga timbul berbagai fitnah besar seperti perzinaan antara pembantu dengan putra-putranya atau pekerja laki-laki dengan majikan perempuan atau putrinya. Maka sebaiknya tidak mendatangkan pembantu rumah tangga kecuali dalam kondisi sangat terpaksa dan pembantu tersebut disertai dengan mahramnya. Apabila ada seorang istri yang meminta suaminya agar mengambil pembantu karena alasan kesibukan, maka sebaiknya suami mengatakan kepada istrinya: ?Kalau begitu saya akan menikah lagi, sehingga ada seseorang yang bisa membantu kamu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah?. Setelah itu pasti tidak akan berani mengajukan tuntutan lagi.

Sebenarnya yang demikian itu jalan keluar yang terbaik dan sangat bermanfaat untuk suami sebab poligami adalah solusi utama untuk mengatasi pekerjaan rumah tangga yang menumpuk dengan syarat mampu berbuat adil. Ibnu Abbas berkata ?Umat yang terbaik adalah orang yang memiliki banyak wanita? dan Rasulullah saw bersabda :
?Nikahilah wanita yang mencintaimu dan pandai melahirkan anak?
Jika seseorang mempunyai istri 2, masih khawatir akan terjadi perselisihan sebaiknya ia menikah lagi, dengan demikian akan mengurangi perselisihan tersebut. Oleh sebab itu sebagian orang mengatakan: ?Orang yang memiliki istri 3 lebih mudah menyelesaikan masalah daripada orang yang hanya mempunyai istri 2?. Jika masih terjadi perselisihan di antara mereka? bertiga, maka sebaiknya menikah lagi yang keempat kalinya.

Durus wa Fatawal Haramul Makky Syaikh Utsaimin, juz 3 hal 255
Diambil dari ?Fatwa-Fatwa Tentang Wanita? Jilid 2, Darul Haq