Zakat tanpa potangan amil, Zakat Maal, Zakat Mal, Zakat Harta, Zakat Profesi, Panti Asuhan , rumah zakat, Bazis, Yayasan Yatim Piatu

Artikel dan Dakwah

Peranan Sholat

Posted at July 13, 2010 | By : | Categories : Artikel dan Dakwah | 0 Comment

Peran Sholat dan Pengetahuan Agama bagi Kepribadian Remajau

Manusia memiliki berbagai kecenderungan yang mengarahkan kepada satu tujuan yang hendak diraihnya. Dengan meraih tujuan tersebut, manusia hendak mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dapat memenuhi dan memuaskan berbagai kecenderungan itu. Ketentuan dan kebijaksanaan Ilahi adalah tidak membiarkan suatu persoalan tanpa adanya penyelesaian dan jalan keluar.

Benar, jika manuasia haus dan juga lapar, maka mereka harus minum air dan makanan untuk menghilangkan rasa haus dan juga lapar. Sekarang, harus kita bersama, apa faktor-faktor yang dapat menghilangkan guncangan jiwa mereka, obat apa yang dapat menyembuhkan mereka, dan dokter mana yang tahui jenis penyakit mereka?

Tidak di ragukan lagi, hakikat tuntutan agama akan mampu memenuhi berbagai kebutuhan naluri dan fitri manusia, dan dengan yakinkan pasti dapat di katakan bahwa tidak ada suatu tuntutan agama pun yang tidak berhubungan dengan kesempurnaan kemanusiaaan manusia.

?Inti dan substansi jawaban Islam pada dunia modern terpendam dalam berbagai metode spiritual, pemikiran, kehidupan manusia. Berbagai metode inilah yang mengajarkan kepada manusia bagaimanakah sikap yang harus diambil dalam menghadapi dunia. Sikap dan langkah terpenting yang harus di ambil oleh seorang remaja Muslim? adalah menjaga keimanannya, dan tidak melepaskan diri dari syarat Islami. Dunia modern ini lambat-laun menuju pada kehancur, dan senantiasa berusaha untuk memusnakan berbagai nilai-nilai suci yang jelas merupakan nilai-nilai agama. Para pendukung kebudayaan tersebut amat menentang tuntutan agama Islam yang merupak bagaimanakah sepatutnya agama yang memiliki pandangan suci terhadap kehidupan, serta bersihkan Undang-undang Ilahi yang mengatur seluruh sikap dan perbuatan manusia. Sebagai besar ?kaum orientasi barat, sekitar dua abad terahir ini, berusaha keras untuk menjelaskan kepada kaum Muslimah ,tentang bagaimanakah sepatutnya kaum Muslimah memahami agama Islami.?

Seluruh usaha itu menemui jalan buntu, di karenakan agama Islami ?tidak dapat ?diselewengkan sebagai agama Yahudi dan Nasrani. ?Al? quran, redaksi autentik yang masih ada di harapkan kita, akan mampu memberikan solusi dan penyelesaian terhadap berbagai persoalan dan kesulitan yang ada di tengah kehidupan kita.

Al ? Quran mengajarkan kepada umat Islam bahwa ia ( Al? Quran merupakan obat dan peyembuhan bagi berbagai penyakit hati manusia, ? Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan mu dan penyembuhan bagi penyakit-penyakit ( yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orng-orang yang beriman.?

Allah SWT mengetahui apa apa yang tersembunyi dan yang nyata, maka hanya Dialah yang merupakan Dokter yang paling mahir dan Alquran merupakan resep yang paling mujarab, yang tertera dalam resep tersebut, maka manusia akan memperolah keselamatan yang sempurna.? Imam Ali bin Abi thalib berkata :

?Oleh karena itu, cariah pengobatan darinya ( A ?lquran ) bagi penyakitmu, dan carikanlah pertologan ( Alquran ) dalam kesusahanmu. Ia mengandung obat bagi penyakit yang paling besar, yakin kekafiran, kemunafikan, kedurhakaan, dan kesesatan.?

Selain itu, dalam agama ini juga di tegaskan bahwa ketengan dan ketentraman hati manusia dapat diraih dengan senantiasa ingat kepada Allah SWT: ? Ingatlah, hanya dengan mengingatkan Allah-lah hati manjadi tentram.? Dengan demikian, maka satu-satunya tempat berlindung sejati adalah menghubungkan hati dengan alam lahat (? katuhanan ) dan menitipkan hati kepada sangan pemilik hati, serta memiliki perhatian penuh kepada Sang Pencipta Yang Maha Berkuasa, sehingga seseorang memiliki suatau ketertarikan kuat dan hatinya tidak terikat dan tergantung pada selain-Nya.

Mengingatkan Allah : Sumber bagi Ketenangan Hati

Manusia adalah mahluk yang dalam kehidupanya mau tidak mau akan menghadapi berbagai guncangan jiwa dan rasa gelisah. Terkadang rasa gelisah ini terbatas pada berbagai permasalahan material dan immaterial, Keadaan ini terkadang menguasai diri manusia sepanjang hidupnya sehingga sampai meninggal dunia pun ia memiliki suatu pengetahuan khusus dalam mengatasi permasalahan ini, mereka akan melakukan perlawanan terhadapat kondisi hati dan kewajiban itu, sehingga akhirnya berhasil meraih ketenangan dan ketentraman hati.

Poin ini amat penting untuk kita ketahui, yakni : apakah faktor yang menyebabkan ketengan hati dan jiwa ? Bagai mana? rasa gelisah itu dapat di ubah menjadi ketenangan ? Allah SWT menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunaka kalimat yang singkat : ? Ingatlah, hanya dengan mengingat Alla-lah hati menjadi tentram?.

Namun harus di kataka bahwa berkaitan dengan penafsiran firman Ilahi ini, masih banyak yang belum kita ketahui, bahkan oleh sebagai mereka yag berilmu. Allamah Thabathaba?i, penulis tafsir Al Mizan, dalam menafsirkan aya ini menjelaskan :

? Ayat dan firman Ilahhi ini merupakan peringatan kepada manusia agar mengarahkan hati mereka kepada-Nya dengan menyebut dan mengingat-Nya. Karena seluruh usaha manusia dalam kehidupannya tidak lain adalah demi meraih kesenangan? dan kebahagiaan, dan manusia tidak merasa takut dan khawatir melainkan terhadapat kesengsaraan dirinya. Allah SWT merupakan Zat yang pada-Nya-lah seluruh kabaikan dan kebahagiaan. Dan Dia berkuasa atas segenap hamba-nya, serta Penjaminan kebahagiaan. Dan dia berkuasa atas hamba-Nya, serta Penjamin kebahagiaan mereka. Dengan demikian, maka manusia yang senantiasa mengingat-Nya, bersandar, dan bergabung kepada-Nya, akan memperoleh semangat, kebahagiaan, dan kesempurnaan yang mereka harapkan. Dan takala hati senantiasa mengingat-Nya, maka rasa gelisah akan berubah menjadi rasa tenang dan tenteram.

Dalam riwayat di sebutkan bahwa pada saat ayat ini ( Q.S a Ra?ad : 28 ) di turunkan, Rasulullah saw. Bersabda, ? Tahukah kalian apa arti ayat ini? Para sahabat menjawab, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. ? Rasullullah saw. Bersabda, ? Orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta para sahabatnya. ? dan dalam riwayat yang lain di sebutkan, ? Orang yang mencintai Allah dan Rosul-Nya, serta Ahlulbait dan para pengikutnya.?